ekonomi

4 Cucu Pendiri Grup Djarum Dapat Warisan Rp 52,3 Triliun Per Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Ilustrasi daftar perusahaan di dalam Group Djarum.

Beritanya nih gaessss.... Ada empat cucu pendiri pabrik rokok Djarum mendapatkan durian runtuh!!! Empat orang yang beruntung itu masing-masing menerima pembagian harta warisan yang mencapai US$2,93 miliar atau sekitar Rp 52,3 triliun per orang. Ini tentu jumlah yang sangat fantastis dan spektakuler. Mirip cerita-cerita dari negeri dongeng, yang menjelma dalam kehidupan nyata.

Empat orang triliuner baru di Indonesia itu adalah para cucu langsung dari Oei Wie Gwan, seorang pendiri perusahaan rokok di Kudus, Jawa Tengah. Empat cucu itu menerima harta warisan segunung setelah meninggalnya bapak mereka, yaitu Michael Bambang Hartono, dalam usia 86 tahun pada bulan Maret 2026 lalu.

Warisan sebesar itu mereka terima dalam bentuk saham dan aset berharga lain dari berbagai usaha dalam Grup Djarum. Tetapi komposisi terbesar dari warisan itu berupa saham. Padahal nilai warisan sebesar itu tadi masih belum termasuk berbagai aset dan harta kekayaan mendiang Michael lainnya yang berwujud fisik non-saham, seperti saldo rekening bank, berbagai properti pribadi, perhiasan, berbagai benda koleksi berharga, dan sebagainya.

Tetapi, pewarisan saham itu saja, tetaplah tercatat sebagai pengalihan kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Semasa hidupnya, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono melalui perusahaan induk PT Dwi Muria Investama Andalan, telah menguasai lebih dari 50% saham Bank Central Asia (BCA), dan berbagai usaha lainnya.

PT Djarum sendiri didirikan oleh Oei Wie Gwan sejak tahun 1951 di Kota Kudus. Diawali ketika Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok gurem bernama Jarum Gramofone, lalu mengubah namanya menjadi Djarum. Namun pada tahun 1963 perusahaan rokok Djarum sempat hangus terbakar hingga nyaris bangkrut.

Sepeninggal Oei Wie Gwan pada tahun 1963, kedua anaknya yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono meneruskan dan membesarkan Djarum. Di tangan Hartono bersaudara ini, Djarum semakin berkembang menjadi konglomerasi raksasa yang merambah sektor perbankan (BCA), elektronik (Polytron), telekomunikasi, perkebunan sawit, industri gula, properti hotel dan mall, industri makanan minuman, hingga perdagangan digital dan ekosistem start up. 

Kira-kira harta sebanyak itu mau diapain aja?

Terkini