• Selasa, 18 Agustus 2026

Setumpuk Harapan Pelaku Pasar Buat Gubernur Bank Sentral Baru

Budi Putra Pratama, Beri-Tanya.com
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Ilustrasi harapan pasar finansial kepada BI.
Ilustrasi harapan pasar finansial kepada BI.

Jadi beritanya..... para pelaku pasar keuangan sudah menaruh setumpuk harapan di pundak Destry Damayanti. Harapan itu langsung meruak segera setelah pada10 Agustus 2026 beredar kabar resmi bahwa Destry menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang disorongkan Presiden Prabowo kepada DPR-RI. 

Dan harapan yang paling pertama muncul di benak para pelaku pasar adalah, figur Destry sebagai teknokrat moneter tulen harus mampu mendorong penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu Destry juga diharapkan piawai meredam ketidakpastian pasar. Maklum saja, saat ini stabilitas fiskal dan moneter Indonesia tengah menghadapi tantangan berat, akibat turbulensi geopolitik global dan berbagai tekanan ekonomi kawasan maupun dunia. 

Bagi para pelaku pasar finansial, stabilitas makroekonomi dan kepastian kebijakan menjadi acuan utama dalam menentukan keputusan transaksi mereka. Karena itulah, Chief Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, mengingatkan agar Destry mampu menjamin dan menghadirkan kebijakan-kebijakan moneter yang berkelanjutan dan penuh kehati-hatian. 

Harapan besar Fakhrul itu memang pantas diletakkan di pundak Gubernur BI yang baru. Lantaran Destry dianggap mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter di tengah resiko ketidakpastian global.

Minimal, Destry harus dapat mengendalikan dan mencegah terjadinya ketidakpastian kebijakan moneter. Karena kekuasaan penentuan kebijakan moneter sesungguhnya memang berada dalam genggamannya. Kendali yang kuat dan konsisten dalam menetapkan serta menjalankan kebijakan moneter itu, akan memupuskan aksi-aksi spekulatif pelaku pasar yang cenderung negatif terhadap arah kebijakan penentuan suku bunga acuan BI (BI Rate). 

Dan yang tak kalah pentingnya, Destry juga harus selalu mampu menjaga serta mempertahankan kemandirian maupun independensi BI dari tekanan luar. Independensi itu jadi sangat penting, mengingat pada saat yang sama BI harus selalu menjaga sinergi maupun keharmonisan hubungan antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Benarkah mampu independen? (R-3)

Editor: Budi Putra Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X