internasional

Topan Dolphin Hantam Jepang dan Terjang Pesisir Timur Tiongkok, Memicu Krisis Jalur Pelayaran Selat Taiwan

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 21:38 WIB
Sebuah mobil menerobos angin kencang dan hujan saat Topan Dolphin mendekat, di Nazeasahicho, Amami, Kagoshima, Jepang (Tangkapan layar @darider5-X-via Reuters)

Beritanya.com – Topan Dolphin menerjang kawasan pulau selatan Okinawa di Jepang hingga mengakibatkan lima warga terluka dan memutus aliran listrik ke sedikitnya 14.000 bangunan. Badai tropis berskala besar ini kini bergerak maju menuju kawasan pesisir timur Tiongkok, memicu penutupan pelabuhan, sekolah, hingga penangguhan fasilitas pariwisata secara masif.

Wilayah terparah yang dihantam di Jepang meliputi Pulau Okinawa serta Pulau Amami di Prefektur Kagoshima. Menurut konfirmasi Otoritas Prefektur Okinawa, lima warga lansia mengalami cedera non-fatal, di mana tiga di antaranya terjatuh akibat terpaan angin kencang. Serangan topan ini juga memaksa pembatalan ratusan penerbangan di Jepang, Tiongkok, hingga Taiwan.

Topan yang dinamai berdasarkan spesies lumba-lumba putih khas Hong Kong ini menerjang di tengah krisis gelombang panas ekstrem yang merekam rekor tertinggi di Asia Timur. Di Jepang, tiga ekor singa di sebuah kebun binatang dilaporkan tewas akibat sengatan panas (heatstroke). Sementara di Korea Selatan, suhu ekstrem dievaluasi bertanggung jawab atas lebih dari 20 kasus kematian warga.

Dolphin berawal dari depresi tropis yang terbentuk di Samudra Pasifik Tengah pada 26 Juli. Badai ini dengan cepat meluas saat bergerak melintasi ribuan kilometer lintasan samudra hingga naik status menjadi topan sangat kuat (very strong typhoon).

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa puncaknya Topan Dolphin mencatatkan kecepatan angin maksimum hingga 162 km/jam dengan hembusan balasan mencapai 216 km/jam.

Menghadapi pergerakan badai ke arah barat daya, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok memproyeksikan Topan Dolphin akan menerjang daratan (landfall) di sepanjang pesisir timur antara Kota Zhoushan (Provinsi Zhejiang) dan Kota Fuding (Provinsi Fujian). Beberapa wilayah di timur Zhejiang diprediksi akan dihantam curah hujan ekstrem melebihi 600 mm, dengan dampak angin kencang yang berlangsung hingga pekan depan.

Dampak Topan Dolphin tidak hanya memicu krisis alam, tetapi juga memantik pergesekan diplomasi di Selat Taiwan. Pemerintah Tiongkok mengeluarkan instruksi kontrol lalu lintas maritim bagi seluruh kapal yang melintasi Selat Taiwan selama badai berlangsung.

Kebijakan sepihak Beijing tersebut langsung mendapat penolakan keras dari Taipei. Pemerintah Taiwan mengecam aturan Tiongkok sebagai tindakan "tidak masuk akal" dan menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki hak hukum untuk membatasi atau mengatur akses kapal di perairan internasional.

Di saat yang sama, Pemerintah Taiwan melaporkan telah membatalkan sedikitnya 63 penerbangan internasional dan menginstruksikan kewaspadaan tinggi atas potensi hujan lebat di wilayah utara pulau tersebut.

Tags

Terkini