• Selasa, 18 Agustus 2026

Roket Long March 7A Meledak, Satelit Strategis ChinaSat 4B Bernilai Jutaan Dolar Hancur

Didin Ridho, Beri-Tanya.com
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Beri-Tanya.com – Ambisi ekspansi infrastruktur antariksa Tiongkok menghantam dinding tebal. Roket peluncur kelas berat generasi baru, Long March 7A (CZ-7A), mengalami kegagalan katastrofik dan meledak di udara kurang dari dua menit setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang, Provinsi Hainan, pada Senin malam (10/8/2026) pukul 20.02 waktu setempat.

Insiden tersebut memicu ledakan sekunder berupa bola api raksasa di langit malam Hainan dan menghancurkan muatan utamanya, Satelit ChinaSat 4B (Zhongxing-4B), sebelum puing-puingnya jatuh berhamburan ke perairan Laut Tiongkok Selatan.

Rekaman visual dari saksi mata di lokasi memperlihatkan detik-detik awal peluncuran roket setinggi 60 meter tersebut semula berjalan mulus. Menggunakan kombinasi mesin propelan cair ramah lingkungan (oksigen cair dan kerosena), roket membumbung tegus melintasi lapisan atmosfer bawah.

Namun, drama terjadi saat penerbangan memasuki detik ke-85 (T+01:25). Tepat di menit awal (T+00:00), Long March 7A meluncur tanpa cela dari Pad Wenchang menuju angkasa. Namun, memasuki detik ke-85 (T+01:25), anomali kritis mendadak mengacaukan fase pembakaran tahap pertama. Tak berselang lama pada detik ke-90 (T+01:30), benturan tekanan membuat struktur roket jebol dan meledak menjadi bola api raksasa. Tepat dua menit pasca-peluncuran (T+02:00), hancurnya misi ini ditandai oleh jatuhnya sisa-sisa puing roket dan satelit ke lautan di sekitar Hainan.

Kantor berita resmi pemerintah Tiongkok, Xinhua, dalam pernyataan singkatnya mengonfirmasi terjadinya anomali penerbangan yang mengakibatkan kegagalan total misi tersebut.

Misi ini sejatinya mengemban misi vital membawa satelit komunikasi canggih ChinaSat 4B menuju Geostationary Transfer Orbit (GTO). Satelit ini diplot sebagai tulang punggung baru untuk dengan kapasitas transmisi data menyediakan jaringan pita lebar (broadband) berkecepatan tinggi.

Satelit ini juga menjadi infrastruktur penting penyiaran untuk menyokong siaran televisi HD/4K dan jaringan radio komersial serta pemerintah. Selain itu memperkuat jangkauan konektivitas strategis mulai dari daratan Tiongkok hingga ke kepulauan Asia-Pasifik.

Akibat kegagalan sebelum fase pemisahan tahap pertama (stage separation), satelit berbobot ribuan kilogram ini dipastikan hancur total tanpa sempat membentangkan panel suryanya.

Dugaan Penyebab Teknis

China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) selaku pengembang utama bersama China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) langsung mengisolasi data telemetri dan membentuk tim investigasi independen.

Para analis penerbangan antariksa memetakan tiga kemungkinan utama pemicu ledakan pada tahap awal peluncuran. Kemungkinan pertama adalah Malfungsi atau kebocoran fatal pada mesin YF-100 di tahap pertama/booster saat beroperasi di bawah tekanan dorong maksimum (Max-Thrust).

Kedua adalah tekanan aerodinamis (Max-Q). Kegagalan struktur akibat tekanan beban aerodinamis ekstrem saat roket menembus lapisan atmosfer bawah pada kecepatan tinggi. Kemungkinan ketiga, gangguan pada sistem kemudi (Thrust Vector Control) yang membuat posisi roket menyimpang dari kurva aman hingga memicu pemicuan otomatis Self-Destruct System (FTS).

Long March 7A dirancang khusus untuk menggantikan roket generasi tua seperti Long March 3B, dengan kapasitas angkut hingga 7 ton ke orbit geostasioner.

Peluncuran pada 10 Agustus 2026 ini merupakan penerbangan ke-18 bagi varian Long March 7A sejak debutnya pada tahun 2020. Insiden ini tercatat sebagai kegagalan operasional kedua sepanjang riwayat penerbangannya, yang dipastikan akan membekukan sementara seluruh jadwal peluncuran roket kelas berat Tiongkok hingga proses sertifikasi ulang usai.

Editor: Didin Ridho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X