nasional

Survei IPO, Kepuasan Publik ke Pemerintah Anjlok ke 63 Persen Tergerus Lonjakan Biaya Hidup

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 20:21 WIB

 

Beritanya.com – Lembaga riset Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil pemetaan elektoral dan evaluasi kebijakan nasional terbaru bertajuk Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional Periode Agustus 2026. Temuan riset ini mengonfirmasi adanya penurunan signifikan pada kurva kepercayaan publik terhadap jalannya roda pemerintahan.

Survei yang digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden nasional (margin of error ±2,90% pada tingkat kepercayaan 95%) ini mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan dan kinerja pemerintah merosot hingga ke angka 63 persen. Angka ini terperosok cukup jauh jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sempat bertahan kokoh di kisaran 80 hingga 81,2 persen.

Direktur Eksekutif IPO mengungkapkan bahwa keterpukulan angka kepuasan ini tereskalasi oleh dinamika sektor ekonomi riil, terutama melambungnya harga bahan pokok yang mencekik daya beli masyarakat.

Secara historis, rekor penurunan kepuasan hingga menyentuh rentang 60 persen dalam catatan IPO terakhir kali terjadi pada Juni 2022 saat krisis harga pangan melanda nasional. Fluktuasi harga kebutuhan pokok, terbatasnya ketersediaan lapangan kerja, dan ketimpangan kepastian pasokan pangan di tingkat daerah.

Sementara efektivitas penyaluran bantuan sosial serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi pilar utama yang disorot publik dalam menilai efisiensi anggaran negara. Sedangkan konsistensi penanganan korupsi dan kepastian hukum menjadi indikator penyeimbang stabilitas sosial-politik.

Di tengah kemerosotan kepuasan umum, riset IPO merekam performa sejumlah menteri kunci yang tetap mendapat sentimen positif dari publik atas manuver kebijakannya.

Urutan / Nama Pejabat

Jabatan Kabinet

Tingkat Penilaian Positif Publik

1. Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan

42,8% (Apresiasi Tertinggi)

2. Teddy Indra Wijaya

Halaman:

Tags

Terkini