nasional

Rapor Kabinet Merah Putih Versi IPO: Purbaya, Teddy, dan Bahlil Kuasai Tiga Besar Berkinerja Terbaik

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: @MenkeuRI

Beri-tanya.com – Lembaga survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) merilis potret terbaru evaluasi publik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekretaris Negara Teddy Indra Wijaya, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengokohkan posisi di jajaran tiga besar menteri dengan torehan kinerja paling memuaskan.

Dalam rilis survei periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 tersebut, Menkeu Purbaya menempati puncaknya dengan tingkat kepuasan publik mencapai 42,8 persen, disusul Seskab Teddy Indra Wijaya sebesar 33,5 persen, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di posisi ketiga dengan 32,0 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan bahwa penilaian positif publik terhadap efektivitas kerja para menteri ini berbanding lurus dengan tingkat popularitas serta eksposur figur di media massa.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik ini sangat linier dengan popularitas figur. Dinamika opini ini mencerminkan sejauh mana masyarakat merasakan dampak kebijakan dan kepemimpinan mereka," ujar Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Peta Popularitas dan Persepsi Kinerja Menteri

Tingkat pengenalan masyarakat (awareness) terhadap figur publik menjadi modal penting dalam menggalang kepercayaan publik. Di lini popularitas, Menkeu Purbaya kembali memimpin, diikuti oleh Teddy dan Bahlil yang mengungguli sejumlah ketua umum partai politik papan atas lainnya.

Hasil survei menunjukkan korelasi kuat antara popularitas dan persepsi kinerja positif pejabat di Kabinet Merah Putih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil dominan dengan menduduki posisi puncak di dua kategori sekaligus—mengantongi tingkat kepuasan kinerja sebesar 42,8% dan popularitas 43,5%. Menyulam posisi kedua, Sekretaris Negara Teddy Indra Wijaya mencatatkan tingkat kepuasan 33,5% dengan popularitas tinggi mencapai 41,0%.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melengkapi jajaran tiga besar setelah mengamankan 32,0% kepuasan kinerja dan 32,8% tingkat pengenalan publik. Di jajaran menteri koordinator, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono dan Menko Pangan Zulkifli Hasan turut membayangi dalam peta popularitas nasional, masing-masing meraih angka 30,4% dan 26,1%.

Di sisi lain, survei IPO juga memotret tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja beberapa kementerian. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempati urutan teratas pejabat yang dinilai berkinerja kurang baik oleh publik dengan angka 51,8 persen.

Posisi kedua diisi oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebesar 48,5 persen, disusul Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mencatatkan persepsi kurang baik sebesar 4,5 persen.

Dedi menegaskan bahwa angka-angka ini sifatnya sangat dinamis dan menjadi sinyal koreksi bagi jajaran pembantu presiden untuk segera membenahi performa komunikasi publik dan eksekusi program penugasan.

Dampak Positif Pada Peta Elektabilitas Partai Politik

Performa moncer Bahlil Lahadalia di jajaran kabinet turut memberikan coattail effect (efek ekor jas) bagi Partai Golkar yang dipimpinnya. Dalam indikator elektabilitas partai politik, Partai Golkar berhasil mengamankan posisi tiga besar nasional.

  • Partai Gerindra: 17,5%
  • PDI Perjuangan: 12,8%
  • Partai Golkar: 10,4%
  • Partai Demokrat: 8,1%
  • PKB: 7,0%
  • PAN: 5,1%
  • PKS: 4,6%
  • Partai NasDem: 4,4%

Survei nasional IPO ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS) dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tags

Terkini