• Selasa, 18 Agustus 2026

Ini Dia...Aida S. Budiman Calon Deputi Gubernur Senior BI

Budi Putra Pratama, Beri-Tanya.com
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Calon Deputi Gubernur Senior BI, Dr. Aida S. Budiman.
Calon Deputi Gubernur Senior BI, Dr. Aida S. Budiman.

 

Beritanya gaess...  Dr. Aida S. Budiman diajukan oleh Presiden Prabowo sebagai calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), menggantikan posisi Destry Damayanti yang bakal naik jabatan jadi Gubernur BI.

Nama Dr. Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI itu, diumumkan langsung oleh Ketua DPR-RI Puan Maharani. "Jadi surat presiden itu mengusulkan satu nama terkait dengan calon Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Destry Damayanti, dan satu calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yaitu Ibu Aida S. Budiman, dan dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu satu Bapak Solikin M. Juhro dan yang kedua adalah Bapak M. Anwar Bashori," ujar Puan, di Kompleks Parlemen, Kamis (13/8).

Baca Juga: Setumpuk Harapan Pelaku Pasar Buat Gubernur Bank Sentral Baru

Tehnokrat moneter tulen bernama lengkap Dr. Aida Suwandi Budiman, S.P., M.A. itu adalah seorang ekonom senior Indonesia. Dia saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2022–2027. Rekam jejaknya di sektor moneter terbilang sangat panjang dan konsisten. Mulai dari pendidikan tingginya, hingga karirnya selama ini selalu bergelut di sektor moneter.

Aida memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang ekonomi pertanian dan ekonomi makro internasional. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana Sosial-Ekonomi Pertanian (Agribisnis), Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1987. Kemudian melanjutkan studi pasca sarjana dan meraih gelar  Master of Arts in Economics dari University of Southern California, AS pada 1996. Pada tahun 2001, Aida meraih gelar S3, Ph.D. in Economics dari Claremont Graduate University, AS.

Aida menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di BI selama lebih dari tiga dekade sejak tahun 1991. Mengawali karirnya di bank sentral sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia.

Pada periode 2010 - 2012, Aida menjadi Wakil Direktur Eksekutif IMF.  Di lembaga Dana Moneter Internasional ini, dia menjadi perwakilan nasional untuk South East Asia Voting Group (SEAVG). Tanggung jawabnya adalah menyuarakan kepentingan 13 negara anggota dari Asia Tenggara.

Kemudian pada periode 2014 - 2018, Aida menjabat Kepala Departemen Internasional BI. Tugas pentingnya di departemen ini adalah memimpin perumusan langkah taktis kebijakan luar negeri dan kerja sama bilateral maupun multilateral BI.

Selanjutnya pada 2018 dia dipromosikan menjadi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI. Tugas utamanya saat itu mengkoordinasikan bauran kebijakan moneter domestik.

Memasuki periode 2020 - 2022, Aida dipercaya mengemban jabatan Asisten Gubernur BI yang membawahi sektor kebijakan strategis moneter dan penyelarasan sinergi ekonomi nasional. Dan kemudian amanah lebih besar diembannya sebagai Deputi Gubernur BI mulai Januari 2022 hingga sekarang.

Bahkan sejak September 2024, Aida juga mengemban rangkap jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio dari BI untuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kiprah karir panjangnya di sektor moneter itu, membuat Aida diakui sebagai ahli dalam memformulasikan bauran kebijakan moneter (policy mix), memperkuat jaringan pengaman keuangan (Financial Safety Net), serta menginisiasi perluasan penggunaan mata uang lokal regional (Local Currency Transaction) untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang global.

Mampukah Aida memperkuat BI menjaga rupiah? 

Editor: Budi Putra Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X