Beritanya nih gaess... Api yang menghanguskan bagian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS) sudah berhasil dipadamkan, Jumat pagi ini (14/8). Meski demikian, tim pemadam kebakaran bersama BPBD Malang, Pasuran dan Probolinggo tetap bersiaga di lokasi masing-masing.
Kesiap-siagaan itu berhubung dari kejauhan masih terlihat adanya asap putih tipis. Asap tipis itu mengindikasikan masih adanya titik panas yang berpotensi membara kembali. Apalagi asap tipis itu terlihat muncul dari lokasi titik panas yang terbakar terakhir.
"Kondisi saat ini titik api sudah berhasil dipadamkan, terpantau hanya ada asap tipis di titik api yang terbakar terakhir. Selain itu sudah tidak ada titik api di Blok Seruni, Bukit Cinta, Bukit Kingkong hingga Pakis Bincil, " kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, di Malang.
Baca Juga: Krisis Ekologi dan Bencana Ekonomi, Amukan Karhutla Bromo Lumpuhkan Sektor Pariwisata
Menurut Sadono, total luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.120,3 hektar. Ini berarti area yang terdampak lebih luas dari catatan sebelumnya, yang masih berada kisaran angka 1.069 hektar per Kamis (13/8).
Meski sudah dinyatakan padam, Satgas Karhutla TNBTS menyatakan tetap siaga dan waspada. Kegiatan patroli darat dan udara tetap dilanjutkan guna memastikan tidak ada lagi titik api baru yang muncul. Selain itu, petugas juga akan membasahi kawasan TNBTS untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.
Untuk melakukan proses pembahasan, Satgas Karhutla TNBTS akan mensiagakan tiga unit helikopter water bombing di kawasan TNBTS yang rawan terbakar. Operasi water bombing dilakukan untuk pembasahan dan pendinginan kawasan TNBTS yang baru dinyatakan padam dari karhutla.
Tehnisnya, tiga helikopter itu akan berangkat mengambil air dari Ranu Pani dan Ranu Regulo, kemudian berkeliling menyiram titik-titik panas yang tersisa di pangkal pohon dan area sekitarnya untuk mencegah api kembali menyala. Hal ini mengingat hembusan angin di kawasan padang sabana dan punggungan bukit TNBTS masih cukup kencang.
Semoga apinya sudah benar-benar padam seluruhnya.
Artikel Terkait
Krisis Ekologi dan Bencana Ekonomi, Amukan Karhutla Bromo Lumpuhkan Sektor Pariwisata