Beritanya nih gaes.... Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok, Rabu lalu (12/8), ternyata belum diketemukan hingga saat ini. Posisi kapal naas itu tak kunjung diketahui kejelasannya. Perkiraan sementara, kapal itu terseret arus laut hingga sejauh 39 mil.
Meski perkiraan telah terseret arus, namun hingga pencarian di hari ketiga pasca terbakar (Jumat, 14/8), kemungkinan posisi kapal itu masih berada di wilayah perairan Indonesia. "Dari titik awal terbakar, dalam waktu 11 jam, dia bergeser 13,8 mil di titik kedua. Diperkirakan sampai dengan tadi pagi posisinya bergeser lagi 39 mil laut," kata Rangga Aribowo, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Jumat kemarin (14/8).
Lebih lanjut Rangga menjelaskan, sistem pelacakan otomatis KMP Putri Yasmin terakhir terpantau berada di Barat Daya perairan Lombok. Sayangnya, diketahui pada pukul 21:02 WITa, sistem pelacakan otomatis kapal laut itu malah padam. Alhasil sejak saat itu posisinya sudah tidak terdeteksi sehingga tidak bisa dilacak lagi.
Baca Juga: Kecelakaan Kapal Laut Beruntun Haruskan Evaluasi Total Tata Kelola Pelayaran
Pada hari Sabtu pagi ini, berdasarkan analisis dan perhitungan Tim SAR, dan sesuai map kalkulasi alur pergerakan, kapal diduga terbawa arus menuju ke arah Barat Daya atau perairan sebelah selatan Pulau Bali. Sebelumnya, hingga hari ketiga operasi SAR, pencarian menggunakan helikopter telah dilakukan untuk menyisir lokasi tersebut.
"Dalam dua jam pencarian melalui udara itu, tidak terpantau keberadaan posisi kapal KMP Putri Yasmin maupun korban yang masih hilang," urai Rangga.
Dia juga menjelaskan, tinggi gelombang laut di lokasi pencarian yang mencapai empat hingga lima meter menjadi faktor yang mempersulit upaya pencarian kapal naas itu berserta para korban yang hilang. "Secara faktor alam selain mempersulit juga berisiko bagi tim SAR yang melakukan pencarian," kata Rangga.
Akankah pencarian itu segera membuahkan hasil?
Artikel Terkait
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun Haruskan Evaluasi Total Tata Kelola Pelayaran