• Selasa, 18 Agustus 2026

Keretakan Diplomatik London-Tel Aviv Memuncak, Netanyahu Sindir Pedas Inggris Sebut Sebagai 'Republik Islam'

Didin Ridho, Beri-Tanya.com
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:48 WIB
Benyamin Netanyahu (Foto: AP)
Benyamin Netanyahu (Foto: AP)

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham baru-baru ini juga melayangkan permohonan maaf atas respons awal Partai Buruh yang dinilai lambat dalam mendesak gencatan senjata di Gaza.

"Itulah mengapa kita perlu berbuat lebih banyak, termasuk meneliti sanksi lanjutan terhadap mereka yang terlibat dalam kekerasan di Gaza, serta melarang perdagangan barang dari area permukiman ilegal," tegas Burnham. "Kita harus meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel."

Meski sindiran Netanyahu menandai fase terdingin dalam hubungan kedua negara, pengamat menilai retorika tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pemutusan hubungan total.

Rodwan Abouharb, Profesor Madya Hubungan Internasional di University College London (UCL), menilai pernyataan Netanyahu sebagai langkah taktis geopolitik yang bernuansa domestik. "Komentar Netanyahu mungkin lebih ditujukan untuk konsumsi politik dalam negeri demi memperkuat koalisi pemerintahannya yang kini retak," kata Abouharb.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada perselisihan retoris terkait Gaza dan Palestina, Inggris dan Israel pada dasarnya masih berbagi tujuan strategis yang sama dalam membendung pengaruh militer dan nuklir Iran di Timur Tengah.

Halaman:

Editor: Didin Ridho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X